Monday, September 22, 2014

Kaidah Bahasa Jawa Banten



MENGENAL KAIDAH BAHASA JAWA BANTEN

Dari segi pembentukannya, kata dapat digolongkan dalam: 
1. Kata Dasar
 
Kata Dasar adalah satuan terkecil yang menjadi asal dari suatu kata kompleks; misal: wong, sekole, buku, dagang, mangan, geni, kelape, sopir, dsb

 2.  kata berimbuhan.
 Kata Berimbuhan adalah kata yang dibentuk dari kata dasar dan kata imbuhan; mis.: sekolane, gegancangan, keberosotan, apane, breotan, kedaharan, pepelayon, kekelonan, cengengesan, kenuningan, dsb.

Kata Berimbuhan yang dikenal dalam bahasa Jawa Banten, dapat terjadi dari:

1. Kata berawalan (prefiks)
a. Awalan {nge-}, {ng-} dan {N-}; sebagai pembuat kata kerja aktif:
jaluk
ngejaluk
minta
daw?
ngedaw?
memanjang
acak
ngacak
acak
ekon
ngekon
nyuruh
pager
mager
memagar
tabuh
nabuh
menabuh
b.Awalan {di-} sebagai pembuat kata kerja pasif.
aduk
diaduk
diaduk
ingu
diingu
dipelihara
c.Awalan {ke-}, {se-}, dan {pe-}
sepak
kesepak
tersepak
pendet
kependet
terambil
buku
sebuku
satu buku
sikat
sesikat
satu sisir pisang
damel
pedamel
profesi
jag?
penjag?
penjaga

2.Kata yang bersisipan (infiks): {-um-};
t?k?
-um-
tum?k?
3.Kata yang berakhiran (sufiks)
a. Akhiran {-e} dan { -ne}
sebab
sebabe
sebabnya
buku
bukune
bukunya
griy?
griyan?
rumahnya
b.Akhiran {-aken} dan {-kaken}
acak
acakaken
acakkan
pacul
paculaken
cangkulkan
bakt?
baktakaken
bawakan
c.Akhiran {-i } dan { -ni }
acak
acaki
diacak
embil
embili
diambil
bakt?
baktani
bawakan
d.Akhiran { -an }
bakt?
baktaan
bawaan
cepet
cepetan
lebih cepat
pepes
pepesan
pepesan
e.Akhiran { -en} dan {-nen}
keduk
keduken
galikan
acak
acaken
acakkan
bakt?
baktanen
bawalah
4.Kata yang berkonfiks. Konfiks yaitu gabungan dari dua macam imbuhan atau lebih yang bersama-sama membentuk satu arti, dan bersama-sama pula mempunyai satu fungsi.
a. Konfiks {ke-…-an}
urip
keuripan
kehidupan
dahar
kedaharan
makanan
rugi
kerugian
kerugian
b.Konfiks {pe-…-an}
shalat
peshalatan
tp. salat
bantu
pembantuan
tp. bantuan
sewa
penyewaan
tp. sewa

5.Gabungan imbuhan: Gabungan imbuhan adalah pemakaian beberapa imbuhan sekaligus pada suatu kata dasar yang dapat berarti bermacam-macam.
a. gabungan imbuhan {nge-, ng-, N-} dengan {-aken, -kaken) akan membentuk kata kerja aktif.
ngadusken
ngebalangaken
nyijikaken
ngenyijikaken
b.gabungan imbuhan {di-…-aken} dengan di-…-i/ni) akan membentuk kata kerja pasif.
diadusken
dibalangaken
disijikaken
diunduhi
c.variasi gabungan dari prefiks dan sufiks lainnya, akan membentuk kata lain dengan fungsi lain pula.

6. Kata Berulang (reduplikasi):
Dwilingga Salin Swara: mraka-mriki, cilik-melik, bulak-balik, ketar-ketir, dsb.
Dwilingga tansalin swara: aling-aling, mlayu-mlayu, kukur-kukur, dsb.
Dwipurwa:jejeritan, gegedoh, tetinggal, gegibrig, tetangga, dsb.
Reduplikasi Polimorfemis:gegelati, gegancangan, awur-awuran, dsb.
7.Kata majemuk: rare-ati, jejodog-timun, jangkrik-pekohan, picis-ewuan, dsb.

Secara struktural, “kata” pun dapat dikelompokkan dalam 4 kelompok kata: 
1). kata benda (nomina); 
2). kata kerja (verba); 
3). Kata sifat (adjectiva); dan 
4). Kata Tugas.

Keterangan : 
1. Kata Benda (Nomina); adalah nama dari semua benda dan segala yang dibendakan.
2. Kata Kerja (Verba): adalah semua kata yang menyatakan perbuatan atau laku atau segala pembentukan kata yang menghasilkan kata kerja.
3.Kata Keadaan (Adjectiva): adalah kata yang memberikan keterangan khusus tentang sesuatu yang dinyatakan oleh nomina dalam kalimat.
4.Kata Tugas, adalah semua jenis kata yang tidak termasuk dalam jenis kata sebelumnya, dimasukkan ke dalam Kata Tugas.


©) Mudjahid Chudari,Tatabahasa Bahasa Jawa Banten, PustakaSarana Cipta, Serang, 2012
 


No comments:

Post a Comment